Hipospadia : Gejala dan Fakta

0
59
source : todaysparent.com

Dakonan.com(Hipospadia : Gejala dan Fakta). Belum lama ini salah satu mantan atlet voli putri, Aprilia Manganang mengalami kondisi hipospadia. Aprilia Manganang diketahui mengalami hipospadia ketika dia menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai prajurit TNI dengan pangkat sersan dua. Dan hasil dari pemeriksaan medis menunjukkan Aprilia Manganang memiliki organ tubuh laki-laki. Selain itu kadar hormon testosteron pada Aprilia Manganang ditemukan lebih tinggi, bukti lain lagi yaitu hingga di umurnya yang sekarang Aprilia Manganang belum pernah mengalami menstruasi layaknya wanita pada umumnya. 

Apa Itu Hipospadia ?

Hipospadia merupakan suatu kondisi dimana uretra berada di bagian bawah penis, bukan di tempat seharusnya yaitu ujung penis. Uretra adalah saluran dimana urin mengalir dari kandung kemih keluar dari tubuh. 

Sampai dengan saat ini satu-satunya cara mengobati hipospadia adalah dengan jalan operasi rekonstruksi atau corrective surgery.

Sebenarnya dalam kasus ini, hipospadia dapat dideteksi dengan pemeriksaan fisik sejak dini ketika bayi lahir. 

Jenis-jenis Hipospadia

Hipospadia sendiri ada beberapa jenis diantaranya adalah : 

1 . Distal atau kelenjar, merupakan bentuk paling umum dimana pembukaan ditemukan dekat kepala penis.

2 . Poros Tengah, dimana lubang ditemukan di tengah hingga bawah batang penis.

3 . Penoscrotal, terjadi ketika pembukaan ditemukan dimana penis dan skrotum bergabung. 

4 . Perineum, merupakan kelainan hipospadia yang paling parah dan paling tidak umum karena lubang berada di belakang kantung skrotum. 

Penyebab Hipospadia

Sampai dengan saat ini gejala pasti dari hipospadia belum diketahui, namun ada beberapa faktor yang memungkinkan dengan kondisi ini, diantaranya adalah : 

1 . Genetik, variasi dari gen tertentu memungkinkan berperan dalam gangguan hormon dalam merangsang pembentukan alat kelamin pria. 

2 . Usia ibu ketika hamil, sebuah penelitian menunjukkan bahwa peningkatan risiko hipospadia bisa terjadi pada bayi laki-laki yang lahir dari wanita berusia diatas 35 tahun.

3 . Paparan zat tertentu ketika hamil, paparan zat tertentu seperti pestisida atau asap rokok juga bisa menyebabkan adanya kelainan hipospadia, namun perlu dilakukan penelitian untuk mengkonfirmasi hal ini. 

4 . Prematur

Gejala-gejala Hipospadia

Beberapa anak laki-laki dengan hipospadia ringan tidak mengalami gejala hipospadia mereka, namun seiring bertambahnya usia mungkin akan mengalami beberapa hal seperti berikut. 

1 . Aliran urinnya sulit diarahkan dan dikendalikan.

2 . Mr. P bisa melengkung saat penderita hipospadia tumbuh yang mengakibatkan disfungsi seksual dikemudian hari.

3 . Jika lubang uretra dekat dengan skrotum, penderita mungkin mengalami masalah kesuburan di kemudian hari.

Demikian beberapa informasi singkat mengenai hipospadia yang baru-baru ini mulai diperbincangkan masyarakat. Semoga informasi tersebut menambah wawasan para pembaca sekalian. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here