Biografi Nadiem Makarim – Pendiri Gojek

0
210

Dakonan.com(Biografi Nadiem Makarim – Pendiri Gojek). Nama Nadiem Makarim sudah tidak asing lagi di kalangan milenial saat ini terutama buat para pengguna setia Gojek. Ia merupakan salah satu pendiri startup terbesar di Indonesia yaitu Gojek. Transportasi berbasis online yang sudah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2010.

Sukses dengan perusahaan startupnya, kini Nadiem Makarim ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Nadiem Makarim merupakan menteri termuda diantara menteri-menteri lainnya di kabinet Indonesia Maju. 

Profil Singkat Nadiem Makarim

  • Nama : Nadiem Anwar Makarim
  • Tempat dan tanggal lahir : Singapura, 4 Juli 1984
  • Agama : Islam
  • Orang Tua : Nono Anwar Makarim (ayah) dan Atika Algadri (ibu)
  • Pasangan : Franka Franklin
  • Anak : Solara Franklin Makarim
  • Pendidikan 
    • United World College of Southeast Asia (UWC SEA) Singapura
    • S1 Hubungan Internasional Brown University
    • Master of Business Administration Harvard University

Nadiem Makarim merupakan pria kelahiran Singapura 4 Juli 1984 dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri. Ayahnya merupakan seorang pengacara dan praktisi hukum sedangkan ibunya bekerja dibidang non-profit. Atika Algadri, ibu Nadiem merupakan anak dari Hamid Algadri yang dikenal sebagai pejuang kemerdekaan. 

Nadiem mengenyam bangku Sekolah Dasar di Jakarta dan masa SMA di Singapura. Setelah lulus SMA ia kemudian melanjutkan kuliah di Brown University, Amerika Serikat Jurusan International Relations. Setelah menamatkan studi S1, Nadiem melanjutkan ke jenjang master di Harvard University dan menyandang gelar MBA (Master of Business Administration). 

Tahun 2014 Nadiem Makarim menikah dengan Franka Franklin di Bali dan dikaruniai seorang putri bernama Solara Franklin Makarim. 

Karir Nadiem Makarim

Sebelum melanjutkan program Master di Harvard University, Nadiem pernah bekerja di perusahaan konsultan Mckinsey & Company pada tahun 2006, ia bekerja di perusahaan tersebut selama 3 tahun dan kemudian memutuskan berhenti untuk melanjutkan kuliah di Harvard University. 

Setelah lulus dari Harvard University Nadiem bekerja di Zalora sebagai Co-Founder dan Managing Editor. 

Setelah dari Zalora ia kemudian bergabung dengan perusahaan startup sebuah perusahaan penyedia layanan pembayaran non-tunai Kartuku sebagai Chief Innovation Officer (CIO). 

Berbekal dari pengalaman pekerjaan yang dimiliki, Nadiem memberanikan diri mendirikan perusahaan sendiri pada tahun 2010. Perusahaan itu kini dikenal sebagai GO-JEK. 

Awal Mula Mendirikan Gojek

Diusia yang masih muda Nadiem berani keluar dari zona nyaman untuk mendirikan perusahaan sendiri. Awal mula ide untuk mendirikan Gojek yaitu ketika ia masih bekerja lebih sering menggunakan jasa tukang ojek dibanding mobil dimana tingkat kemacetan Jakarta kala itu sangat tinggi. 

Dan pada kenyataannya ketika Nadiem berbincang dengan beberapa ojek langganannya ia menemukan fakta bahwa tukang ojek lebih sering menghabiskan waktu menunggu penumpang. Dan kemacetan Jakarta memperburuk keadaan dimana jasa transportasi yang cepat sangat dibutuhkan. 

Akhirnya tahun 2010 Nadiem memberanikan diri mendirikan Gojek, berharap bisa menjadi problem solving untuk masalah yang ia alami dan beberapa warga Jakarta yang lain. Awal mendirikan Gojek ia menggunakan garasi mobil rumahnya yang ada di Jl. Kerinci, Jakarta Selatan sebagai kantor pertama Gojek. Dan saat itu sistem Gojek juga belum menggunakan aplikasi seperti sekarang ini. Dulu masih menggunakan call center sebagai perantara antara driver Gojek dan pelanggan. 

Semakin lama Gojek semakin berkembang, pada tahun 2014 Gojek mendapat suntikan dana dari perusahaan investasi asal Singapura Northstar Group dan juga Redmart Limited dan Zimplistic Pte Ltd.

Pada awal Gojek didirikan Nadiem hanya memiliki 20 orang driver dan hingga tahun 2019, Gojek sudah memiliki 2 juta driver. Seiring berkembangnya Gojek, pada tahun 2015 Nadiem merilis aplikasi mobile yang membuat pemesanan Gojek menjadi semakin mudah dan semakin diminati banyak orang. Selain itu tarif Gojek sendiri berdasarkan jarak tempuh dan pembayarannya juga bisa menggunakan credit (my wallet). 

Tahun ke tahun Nadiem selalu memberikan inovasi untuk Gojek, saat ini Gojek sudah memperluas bisnisnya seperti layanan Go-Food, Go-Send, Go-Life, Go-Clean, Go-Box, Go-Tix, Go-Mart, dan masih banyak yang lainnya. 

Menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Bulan Oktober 2019 Nadiem Anwar Makarim ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Indonesia Maju tahun 2019-2024. Nadiem kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri jadi jabatan sebelumnya sebagai CEO Gojek dan meninggalkan usaha yang sudah ia rilis dari nol. Meskipun mundur dari Gojek Nadiem masih memiliki saham 4,81 % di Gojek. 

Demikian informasi mengenai biografi Nadiem Makarim sang pendiri Gojek  dan kisahnya mendirikan perusahaan Gojek. Semoga memberikan motivasi untuk kalian semua. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here