Biografi Basuki Tjahaja Purnama

0
140

Dakonan.com – Basuki Tjahaja Purnama (BTP) yang dulu dikenal dengan nama Ahok adalah mantan gubernur Jakarta dengan masa jabatan 19 November 2014 – 9 Mei 2017. Beliau merupakan kelahiran Manggar, Belitung Timur, 29 Juni 1966. BTP dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang tegas dan gaya bicara yang blak-blakan.

BTP merupakan putra dari pasangan Alm. Indra Tjahaja Purnama (Tjoeng Kiem Nam) dan Buniarti Ningsih (Boen Nen Tjauw). Beliau adalah warga negara Indonesia dari etnis Tionghoa. BTP memiliki 4 orang adik yaitu Basuri Tjahaja Purnama, Fifi Lety Indra, Harry Basuki. Awal mula pemberian nama Ahok berasal dari ayahnya, sebenarnya ayahnya memberikan nama panggilan “Banhok” yang artinya “Belajar Di segala Bidang” namun lama kelamaan lebih akrab dipanggil “Ahok”. Namun, setelah Ahok selesai menjalani masa tahanan atas kasus penodaan agama belia memutuskan mengganti nama panggilannya menjadi BTP.

Profil Singkat Basuki Tjahaja Purnama

  • Nama : Basuki Tjahaja Purnama
  • Tempat : Manggar, Belitung Timur
  • Tanggal lahir : 29 Juni 1966
  • Agama : Kristen Protestan
  • Orang Tua : Alm. Indra Tjahaja Purnama (Tjoeng Kiem Nam) dan Buniarti Ningsih (Boen Nen Tjauw)
  • Orang Tua Angkat : Misribu Andi Baso Amier binti Acca
  • Istri : Veronica Tan (Cerai 2018)
  • Anak : Nicholas Sean Purnama, Nathania Berniece Zhong, dan Daud Albeenner Purnama
  • Pendidikan :
    • SD Negeri III Gantung, Belitung Timur (1977)
    • SMP Negeri I Gantung, Belitung Timur (1981)
    • SMAK III PSKD, Jakarta (1984)
    • Universitas Trisakti, Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral (1989),
    • Magister Manajemen Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya, Jakarta (1994)

Masa Kecil Basuki Tjahaja Purnama(BTP)

Masa kecil BTP ia habiskan di kampung tempat kelahirannya yaitu desa Gantung, Belitung Timur tempat dimana ‘Laskar Pelangi’ dikenal. Dari SD hingga SMP beliau bersekolah di Belitung Timur. Dan setelah lulus SMP ayah BTP memutuskan untuk menyekolahkan BTP di Jakarta, kemudian ia bersekolah di SMAK III PSKD Jakarta. Disana beliau dititipkan kepada seorang wanita bugis yang bernama Misribu Andi Baso Amier binti Acca. Setelah lulus SMAK tahun 1984 beliau kemudian melanjutkan kuliah jurusan Teknik Geologi di Universitas Trisakti. Masa studi BTP selesai tahun 1989, kemudian ia memutuskan kembali ke kampung halamn di Belitung Timur dan mendirikan CV Panda yang bergerak dibidang kontraktor pertambangan PT Timah.

Selama dua tahun menggeluti dunia kontraktor, BTP menyadari jika usaha yang ia dirikan kekurangan modal dan manajemen yang baik. Akhirnya tahun 1992 beliau memutuskan untuk kuliah S2 program master manajemen keuangan di  Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya, Jakarta. Tahun 1994, beliau resmi mendapat gelar Master Bussiness Administrasi (MBA).

Perjalanan Karir Basuki Tjahaja Purnama (BTP)

Setelah menyelesaikan program masternya, BTP memilih untuk bekerja di Jakarta. Beliau kemudian di terima bekerja di PT Simaxindo Primadaya di Jakarta yang bergerak dalam bidang kontraktor listrik sebagai staf direksi bidang analisa biaya dan keuangan proyek.

Tahun 1995, beliau memutuskan kembali ke Belitung Timur dan sempat mendirikan perusahaan PT Nurindra Ekapersada yang kemudian pada tahun 1995 berhasil membangun sebuah pabrik pengolahan pasir bernama pabrik Gravel Pack Sand (GPS).

Pabrik pengolahan pasir milik Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama ini menggunakan teknologi dari Jerman dan Amerika pertama kali di Belitung dan harapannya pabrik tersebut menjadi cikal bakal berdirinya sebuah kawasan industri dan juga pelabuhan yang kemudian dikenal dengan nama KIAK (Kawasan Industri Air Kelik).

Kemudian BTP mencoba terjun ke dunia politik tahun 2003, beliau mencoba untuk mendaftar calon legislatif atau DPRD Belitung Timur sebagai wakil dari Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB) tahun 2004.

Mendapat dukungan penuh dari masyarakat akhirnya BTP terpilih sebagai anggota legislatif(DPRD) Belitung timur tahun 2004-2009. Setelah terpilih BTP benar-benar menjalankan tugasnya sebagai anggota legislatif dan tidak seperti kebanyakan anggota yang sering ’mangkir’ dari tugas.

Setelah 7 bulan menjabat sebagai anggota DPRD, BTP juga mendapat dukungan dari masyarakat untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Belitung Timur tahun 2005. BTP melakukan kampanye yang tergolong sederhana, yaitu dengan membagikan nomor handphone kepada masyarakat agar dapat langsung dihubungi masyarakat jika ada keluhan.

Dengan cara kampanye yang cukup sederhana ini, beliau berhasil menjadi BUpati Belitung Timur pertama dari etnis Tionghoa dengan mengantongi suara sebanyak 37,13% diperiode 2005-2010.

BTP kemudian resmi mengundurkan diri dan menyerahkan jabatannya kepada Khairul Effendi pada tanggal 22 Desember 2006 untuk maju dalam pemilihan Gubernur Bangka Belitung. Namun dalam pemilihan gubernur Bangka Belitung 2007 beliau dikalahkan oleh rivalnya Eko Maulana Ali.

Dua tahun kemudian beliau mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI dari Belitung Timur dan sukses menjadi anggota DPR RI dengan perolehan suara 119.232 suara.

Pada tahun 2011, Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama berniat untuk mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta melalui jalur independen dengan cara mengumpulkan KTP dari warga Jakarta namun usahanya gagal.

Peluang untuk menjadi kepala daerah di DKI Jakarta terbuka setelah partai PDI Perjuangan mengusung Jokowi sebagai calon Gubernur DKI Jakarta dan Partai Gerindra mengusung Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon Wakil Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012. Jokowi dan Ahok kemudian keluar sebagai pemenang dalam pilkada DKI Jakarta mengalahkan lawannya Fauzi Bowo dan Nahrowi Ramli dalam pilkada yang dilakukan dua putaran.

Kemudian, pada 14 November 2014, DPRD DKI Jakarta mengumumkan Basuki sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo yang telah menjadi Presiden Republik Indonesia.

Kebijakan Ahok ada yang mendukung ada pula yang menentangnya seperti penertiban pedagang dan penggusuran rumah warga di lahan milik Negara yang banyak ditentang oleh beberapa warga dan ormas di Jakarta. Selain itu, Ahok juga dituduh melakukan penistaan agama saat pidatonya di Kepulauan Seribu.

Saat ini Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama kembali mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Djarot Syaiful Hidayat yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pada pilkada DKI Jakarta tanggal 15 februari 2017 lalu, ia berhasil keluar sebagai pemenang mengungguli lawannya Anies Baswedan – Sandiaga Uno serta Agus Yudhoyono dan Sylviani Murni.

Kemudian pada Maret 2017 ketika pemilihan gubernur putaran kedua dilaksanakan, hasilnya Anies Baswedan – Sandiaga Uno keluar sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Tidak lama berselang setelah pemilihan gubernur DKI Jakarta,  putusan vonis atas tuduhan kasus pelecehan agama yang dilakukan oleh Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama dijatuhkan hasilnya, Ahok dihukum 2 tahun penjara atas kasusnya. Ia kemudian langsung masuk ke lembaga pemasyarakatan Cipinang namun tak lama kemudian, ia dipindahkan ke rumah tahanan di Mako Brimob Depok.

Setelah menjalani masa tahanan selama 2 tahun, akhirnya BTP bebas pada tanggal 24 Januari 2019.

Semoga biografi singkat mengenai Basuki Tjahaja Purnama dapat menambah informasi bagi para pembaca sekalian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here