Tugu Yogyakarta, Landmark Kota Jogja

0
213

Dakonan.com – Tugu Jogja atau Tugu Pal Putih merupakan simbol atau landmark kota Jogja. Tugu ini terletak di perempatan Jl. Sudirman(Timur), Jl. Diponegoro(Barat), Jl. Pangeran Mangkubumi(Selatan), dan Jl. A.M Sangaji(Utara). Tugu ini dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I, pendiri Keraton Yogyakarta kira-kira setahun setelah berdirinya Keraton Yogyakarta pada tahun 1975. Tugu ini merupakan nilai simbolis yang bersifat magis menghubungkan Gurung Merapi, Keraton Yogyakarta dan Pantai Selatan.

Pada awal berdirinya bangunan ini, secara logis menggambarkan Manunggaling Kawula Gusti, semangat persatuan rakyat dan penguasa untuk melawan penjajah. Semagat persatuan itu atau yang biasa disebut golong-gilig itu tergambar jelas pada bangunan tugu, tiangnya erbentul gilig(silinder) dan puncaknya berbentuk golong(bulat). Sehingga disebut Tugu Golong-Gilig. Tugu ini pada mulanya setinggi 25 meter.

Namun, semuanya berubah setelah gempa bumi besar melanda Yogyakarta pada 10 Juni 1867 yang memporak-porandakan kota Yogyakarta dan meruntuhkan Tugu Jogja.

Pada tahun 1889 pemerintah Belanda merenovasi seluruh bangunan Tugu. Tugu dibuat dengan bentuk persegi dengan tiap sisi dihiasi semacam prasasi yang senunjukkan siapa saja yang terlibat dalam renovasi. Pada bagian puncak tugu diubah menjadi kerucut dan awalnya bulat, sedangnya tinggi tugu menjadi 15 meter. Mulai saat itu bangunan tersebut diberi nama De Witt Paal (Tugu Pal Putih “Pal = Tugu).

Perombakan bangunan itu sebenarnya merupakan taktik Belanda untuk mengikis persatuan antara rakyat dan raja. Namun, melihat perjuangan rakyat dan raja di Yogyakarta yang berlangsung sesudahnya, bisa diketahui bahwa upaya itu tidak berhasil.

Tugu ini sekarang merupakan salah satu objek wisata Jogja, yang lebih dikenal “Tugu Pal Putih” karena dari dulu cat yang digunakan selalu warna putih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here