Tugu Muda Semarang

0
166

Tugu Muda Semarang terletak di jantung kota Semarang tepatnya di tengah persimpangan Jl. Pandanaran, Jl. Pemuda, Jl. Imam Bonjol, Jl Dr. Sutomo. Sebelah utara Tugu Muda terdapat Gedung Pandanaran disebelah barat terdapat Wisma Perdamaian, disisi Selatan terdapat Museum Mandala Bakti dan disebelah timur terdapat Lawang Sewu.

Sejarah Pembangunan

Tugu Muda merupakan monumen yang dibangun untuk memperingati jasa para pahlawan yang telah gugur dalam Pertempuran Lima hari Semarang. Tugu Muda menggambarkan tentang semangat berjuang dan pratiotisme warga Semarang dalam melawan Jepang pada tanggal 14-18 Oktober 1945 khususnya para pemuda yang gigih, rela berkorban dan semangat yang tinggi dalam mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.

Tugu Muda didirikan atas prakarsa koordinasi pemuda Indonesia. Namun , karena mengalami kendala dalam pendanaan, rencana pembangunan  gagal. Pada tahun 1951 dibentuklah Panitia Tugu Muda yang diketuai oleh Subeno Sastro Wardoyo(Walikota Semarang pada saat itu). Desain Tugu Muda dirancang oleh Salim, sedang reliefnya dikerjakan oleh seniman yang bernama Hondro.

Makna Tugu Muda

Tugu Muda berbentuk seperti lilin yang mengandung makna semangat juang para pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan RI tidak akan pernah padam. Bentuk Tugu muda merupakan tugu yang berpenampang segi lima. Terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu landasan, badan dan kepala. Pada sisi landasan tugu terdapat relief. Keseluruhan tugu dibuat dari batu. Untuk memperkuat kesan tugunya, dibuat kolam hias dan taman pada sekeliling tugu.

Untuk memperindah Tugu Muda, dibangunlah sebuah taman yang mengelilingi Tugu Muda. Di taman ini di beri beberapa ornamen supaya tugu muda dapat dijadikann sebagai taman kota, antara lain ada air mancur, lampu-lampu warna putih dan kuning yang akan menambah kesan anggun di malam hari. Pada taman terdapat pohon cemara, duplikasi senjata bambu runcing yang tegak berdiri berjajar sebanyak 5 (lima) buah yang menggambarkan Pertempuran lima hari di Semarang dengan bersenjatakan bambu runcing.

Pada bagian kaki tugu terdapat relief dengan lima buah sangga pilar,yang kecuali dipergunakan untuk menggambarkan berbagai macam relief,juga dimaksudkan sebagai lambang Pancasila. Pada tiap-tiap sangga terdapat hiasan-hiasan yang berbeda satu dengan yang lain yaitu:

  • Relief Hongerodeem

Menggambarkan kehidupan rakyat Indonesia pada zaman penjajahan Belanda dan Jepang yang sangat tertindas dan banyak yang menderita kelaparan,hingga hongerodeem atau penyakit busung lapar merajalela di kalangan masyarakat.

Relief Pertempuran

Menggambarkan betapa besar gelora semangat serta keberanian para pemuda Semarang dalam mempertahankan kemerdekaan negara dan bangsanya.

  • Relief Penyerangan

Melambangkan perlawanan rakyat Indonesia terhadap pihak penjajahan untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan.

  • Relief Korban

Menggambarakan bahwa dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang,banyak rakyat yang menjadi korban.

  • Relief Kemenangan

Menggambarkan hasil jerih payah dan pengorbanan yang telah membasahi bumi kota Semarang.

Tugu Muda diresmikan pada 20 Mei 1953 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional oleh Ir. Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here