Biografi Neerja Bhanot – Pramugari Penyelamat 359 Nyawa

0
240

Dakonan.com – Biografi Neerja Bhanot, Pramugari Penyelamat 359 Nyawa. Neerja Bhanot lahir di Chandigarh, 7 September 1963, dan dibesarkan di Mumbai dalam keluarga Punjabi Brahmana. Bhanot adalah putri Harish Bhanot seorang wartawan yang berbasis diMumbai, dan Rama Bhanot. Dia memiliki dua saudara Akhil dan Aneesh Bhanot

Pendidikan
Pendidikan awal Neerja di Sacred Heart Senior Secondary School, Chandiragh. Ketika keluarganya pindah ke Bombay, Neerja melanjutkan studinya di Bombay Scottish School dan kemudian lulus dari Universitas St. Xavier, Mumbai.

Neerja Bhanot
Neerja Bhanot, pramugari cantik yang menyelamatkan setidaknya 359 penumpang pesawat Pan Am dengan nomor penerbangan 73 yang dibajak di Bandara Karachi, Pakistan. Neerja Bhanot meninggal pada tanggal 5 September 1986 , 2 hari sebelum hari ulang tahunnya.

Empat teroris bersenjata yang dilengkapi dengan senapan, granat, bom plastic dan pistol berhasil memasuki bandara dan menyerbu pesawat Pan Am dengan nomor penerbangan 73 yang sedang transit di Karachi. Para pembajak berhasil menguasai pesawat Boeing 747-121 Jumbo Jet sesaat sebelum lepas landas ke New York  via Frankrut.

Neerja Bhanot adalah pramugari senior di dalam pesawat tersebut, setidaknya ada 379 penumpang pesawat beserta kru yang ada didalam pesawat tersebut , 359 diantaranya berhasil selamat untuk menceritakan kepada dunia mengenai keberanian dan ketennangan Neerja Bhanot dalam menghadapi ancaman para teroris  serta mengorbankan dirinya demi menyelamatkan nyawa para penumpang pesawat.

Pembajakan Pesawat Pan Am 73
Pan Am dengan nomor penerbangan 73 dibajak sekitar pukul 5.30 waktu setempat. Neerja langsung merespon dengan cepat dan memberitahu kepada pilot, co-pilot dan flight engineer  melalui Intercom menggunakan kode yang telat disiapkan jika terjadi peristiwa pembajaka. Ini merupakan prosedur yang telah ditetapkan Pan Am supaya pilot bisa segera melarikan diri melalui lubang palka diatas kokpit untuk mencegah pesawat mengudara.

Neerja Bhanot

Kesaksian Penumpang pesawat yang selamat
Setelah 4 teroris yang berpakaian menyerupai petugas keamanan bandara berhasil menguasai pesawat Pan Am Boeing 747-121, sudah jelas bahwa target utama mereka adalah para penumpang yang berwarga Negara Amerika. Mitra berkata bahwa sang pemimpin teroris mondar mandir keliling kursi penumpang sambil mengarahkan ujung senapannya kepada kami dan berkata, “Apakah kamu warga Negara Amerika? Apa kamu memiliki Paspor Amerika?”

Beberapa menit setelah pembajakan berlangsung para teroris menyeret seorang penumpang warga Negara Amerika dan selanjutnya mereka menembak mati dan emmbuang mayatnya keluar di landasan pacu bandara sebagai peringatan bahwa merke meminta pilot untuk menerbangkan pesawat.

Setelah itu pilot menyuruh Neerja untuk mengambil semua paspor seluruh penumpang. Neerja tahu jika ada penumpang yang berwarga Negara amerika pasti mereka tidak segan untuk menembak mati mereka. Oleh karena itu Neerja menyembunyikan paspor warga Negara Amerika. Untuk aksi heroic Neerja tersebut 42 penumpang Warga Negara Amerika masih bisa hidup karenanya.

Puncaknya, setelah pembajakan tersebut berlangsung selama 17 jam, generator pesawat pun kehabisan baterai, pesawat Pan Am tersebut langsung gelap gulita karena semua lampu mendadak mati. Para teroris pun panik karena menyangka bahwa itu adalah perbuatan tentara Pakistan yang bersiap akan menyerbu masuk ke pesawat. Para teroris pun langsung menembak membabi buta ke seluruh penjuru kabin.

Kondisi kabin pesawat langsung berubah mencekam, bunyi peluru yang ditembakkan dari senapan mesin bersahut sahutan dengan teriakan ketakutan para penumpang yang berlarian menyelamatkan diri. Korban pun mulai berjatuhan, mayat dan darah para penumpang mulai membasahi karpet kabin seiring dengan makin gencarnya suara tembakan.

Para korban yang selamat bersaksi bahwa Neerja masih sempat melindungi tiga anak kecil dengan badannya saat para pembajak mulai menembak membabi buta, sehingga dia terkena tembakan di bagian perutnya.

Sebelumnya Neerja sempat memberikan intruksi kepada salah seorang penumpang yang duduk di dekat pintu darurat. Neerja membantu penumpang untuk membuka pintu keluar darurat sesaat sebelum para teroris mulai menembak, dan seorang diri menarik tuas untuk mengembangkan parasut udara sebagai bantalan seluncur darurat.

Pembajakan tersebut berakhir setelah para teroris kehabisan peluru dan pasukan anti teroris Pakistan berhasil menyerbu masuk pesawat setelah semua penumpang yang selamat melarikan diri. 20 korban tewas dalam insiden tersebut termasuk Neerja, dan ratusan lainnya luka luka.

Empat teroris dari Organisasi Abu Nidal diadili di Pakistan dan dijatuhi hukuman seumur hidup.

Penghargaan

  1. Penghargaan “Ashoka Chakra” Neerja Bhanot “Kesetiaannya pada penumpang selamanya akan jadi penghormatan abadi sebagai bentuk kemuliaan dan jiwa manusia”
  2. Pengharaagn Tamgha-e-Insaniyat Pakistan untuk Neerja Bhanot “Atas kebaikan manusia yang luar biasa”
  3. Neerja Bhanot dianugerahi Penghargaan Pahlawn dari Yayasan Keselamatan Penembangan ‘Justice fot Crime’ dan Penghargaan Keberanian Spesial oleh Pemerintah Amerika
  4. Flight Safety Foundation Heroism Award, U.S.A.
  5. Special Courage Award, US Government
  6. Indian Civil Aviation Ministry’s Award

Itulah artikel singkat mengenai Profil atau Biografi Neerja Bhanot – Pramugari Penyelamat 359 Nyawa semoga kisah perjalanan hidup dari Neerja Bhanot ini bisa bermanfaat bagi pembaca dakonan.com sekalian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here