Biografi Merry Riana – Motivator Wanita Indonesia yang Mendunia

0
115

Dakonan.com – Merry Riana sosok Enterpreneur dan Motivator wanita tersukses dari Indonesia yang mendunia. Wanita kelahiran Jakarta 37 tahun lalu merupakan putri dari pasangan Ir. Suanto Sastrosaputro dan Lynda Sanian keluarga sederhana keturunan Tionghoa. Merry Riana adalah anak pertama dari 3 bersaudara, sebagai anak tertua ia harus menjadi panutan bagi keluarga agar dapat dicontoh oleh adik-adiknya.

Profil Singkat Merry Riana

  • Nama : Merry Riana
  • Lahir : Jakarta, 29 Mei 1980
  • Profesi : Pengusaha, Motivator, Penulis, Aktris
  • Ayah : Ir. Suanto Sosro Saputro
  • Ibu : Lynda Sanian
  • Suami : Alva Christopher Tjenderasa
  • Anak: Alvernia Mary Liu, Alvian Mark Liu
  • Pendidikan :
    • SD Don Bosco Pulomas
    • SMP Santa Ursula
    • SMA Santa Ursula
    • S1-Nanyang Technological University Singapura

Masa Pendidikan di Nanyang Tecnological University, Singapura

Setelah lulus SMA , ayah Merry memutuskan untuk mengirim anaknya melanjutkan pendidikan di luar negeri. Singapura kala itu merupakan pilihan yang masuk akal karena jarak yang dekat dan pendidikan yang relatif bagus.

Merry Riana mulai kuliah di Nanyang Tecnological University jurusan Electrical and Electronics Engineering (EEE) pada tahun 1998. Merry memilih jurusan tersebut paling masuk akal baginya, karena ia bercita-cita menjadi insinyur untuk membantu mengembangkan bisnis ayahnya. Sebelumnya Merry pernah gagal dalam tes bahasa Inggris di Nanyang Tecnological University karena kurangnya persiapan yang memadai. Akhirnya, ia meminjam dana beasiswa di Bank Pemerintah Singapura sebesar $40.000 dan ia harus melunasinya setelah lulus kuliah dan bekerja.

Dengan dana yang sangat minim, setelah dihitung-hitung ia hanya mengantongi uang sebesar $10 per minggu. Dengan dana yang hanya sebesar itu Merry menyiasati dengan hanya makan mie instan di pagi hari, makan dua lembar roti tanpa selai di siang hari, dan mengikuti seminar atau perkumpulan setiap malam hanya untuk mendapatkan makan gratis, bahkan untuk minum pun ia mengambil air kran/ tap water di kampusnya. Hal itu berlangsung selama hampir tahun pertama masa kuliah, karena kehidupannya sangat mempritahinkan ia berinisiatif untuk mencari penghasilan sendiri mulai dari membagikan pamflet/ brosur dijalan, menjadi penjaga toko di toko bunga, menjadi pelayan Banquet di hotel.

Ketika memasuki tahun kedua masa kuliah, merasa hidupnya tidak ada perubahan Merry mulai membangun mimpinya. Meskipun ia tidak memiliki latar belakang dan pengalaman berbisnis, Merry mulai mengumpulkan informasi mengenai bisnis dari mengikuti seminar dan organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan bisnis.

Perjuangan Dalam Berbisnis

Hanya bermodal dengan mengikuti seminar dan organisasi kemahasiswaan Merry mulai membangun bisnisnya. Ia melakukan hal tersebut karena jika hanya memiliki pekerjaan biasa saja maka tidak akan bisa sukses dalam umur 30 tahun.

Ia mencoba dalam bisnis pembuatan skripsi, saham, MLM dan semuanya berakhir sama yaitu kegagalan. Merry juga mencoba terjun langsung ke dalam bisnis Multi Level Marketing meski akhirnya ia rugi S$200 dan S$100 ketika memutar uangnya untuk bisnis saham. Meskipun sempat terpuruk, Merry mulai bangkit dan membangun kembali bisnisnya dari awal dengan mempelajari sungguh-sungguh tentang dunia pasar.

Setelah lulus kuliah dan merasa siap, barulah Merry memutuskan untuk menekuni industri perencanaan keuangan. Ia berpikir itulah yang akan mewujudkan mimipinya dalam waktu yang relatif singkat. Bersama dengan Alva Christopher Tjenderasa yang kala itu menjadi temannya dan kini menjadi sang suami, mereka mulai menjalani usaha bersama dengan belajar dari pengalaman para pengusaha sukses.

Kemudian Merry memulai karier dari sektor penjualan di bidang jasa keuangan sebagai penasehat keuangan. Saat menjadi penasehat keuangan Ia harus menghadapi berbagai tantangan. Saat itu orang tua, dosen, serta teman-teman Merry kurang setuju dengan keputusnya karena ia belum memiliki kemampuan bahasa Mandarin, sedangkan separuh dari penduduk Singapura adalah etnik China. Tanpa merasa terbebani, Merry lebih menfokuskan diri dari pengalaman fase-fase awal kariernya. Dengan tekad bulat,  Merry bekerja selama 14 jam dalam sehari.

Financial Consultant yang Sukses

Merry Riana akhirnya sukses sebagai Financila Consultant dengan menjual berbagai produk keuangan seperti kartu kredit, asuransi, deposito, tabungan, dll. Dalam enam bulan karienya ia berhasil melunasi hutangnya sebesar S$40.000.

Di tahun pertama pekerjaannya, Merry berhasil mendapatkan perhasilan sebesar S$200.000 (setara dengan 1,5 Milyar rupiah). Tahun 2004 karena prestasi Merry yang cemerlang ia kemudian dipromosikan menjadi Manager. Kemudian ia mendirikan bisnis sendiri dan menyewa kantor dan memiliki karyawan, setelah itu ia mendirikan MRO (Merry Riana Organization) sebuah perusahaan jasa keuangan selain itu ia juga mendirikan MRO Consultancy yang bergerak dibidang pelatihan dan percetakan buku.

Merry Riana mulai dikenal setelah kisahnya muncul pada artikel The Strait Times pada tanggal 26 Januari 2007 yang berjudul “She’s made her first million at just age 26”. Mimpinya yang ingin memberi dampak positif bagi 1 juta orang di Asia terutama Indonesia, Ia mengeluarkan buku “Mimpi Sejuta Dolar” yang berisi tenang kisahnya yang menghasilkan S$ 1.000.000 pada usia 26 tahun.  Kemudian tahun 2014 rilis film dari kisah Merry Riana yang dibintangi oleh Chelsea Isna dan Dion Wiyono yang berjudul “Merry Riana : Mimpi Sejuta Dollar”.

Semoga artikel mengenai “Biografi Merry Riana – Motivator Wanita Indonesia yang Mendunia” dapat memotivasi anda dalam menempuh karir dan mengapai mimpi yang anda citakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here