Biografi Erick Thohir – Pengusaha dan Pemilik Inter Milan

0
204

Dakonan.com – Erick Thohir, sebelumnya belum banyak orang yang tahu mengenai sosok pengusaha yang satu ini. Namanya mulai menjadi perbincangan di kalangan pecinta sepak bola setelah ia membeli klub sepak bola Inter Milan pada tahun 2013 dari pemilik sebelumnya Massimo Moratti. Erick Thohir semakin dikenal setelah ia menjadi ketua INASGOC dan sukses menjalankan Asian Games 2018 yang digelar di Indonesia pada 18 Agustus – 2 September 2018. Dan kini ia ditunjuk sebagai tim sukses Jokowi – Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Profil Singkat Erick Thohir

  • Nama : Erick Thohir
  • Tempat dan tanggal lahir : Jakarta, 30 Mei 1970
  • Profesi : Pengusaha
  • Agama : Islam
  • Orang Tua : Teddy Thohir (ayah), Edna Thohir (ibu)
  • Istri : Elizabeth Tjandra
  • Anak :
    • Mahatma Arfala Thohir
    • Mahendra Agakhan Thohir
    • Makayla Amadia Thohir
    • Magisha Afryea Thohir

Erick Thohir, pengusaha kelahiran Jakarta, 30 Mei 1970 ini memang terlahir dari keluarga pengusaha. Ayahnya Teddy Thohir adalah pemilik Grup Astra International bersama dengan William Soeryadjaya. Erick Thohir menempuh pendidikan di Glendale University kemudian melanjutkan program Master di Universitas Nasional California bidang Bisnis Administrasi dan lulus tahun 1993.

Setelah menyelesaikan masa studynya di luar negeri Erick Thohir kembali ke Indonesia dan membangun sebuah perusahaan bernama Mahaka Group bersama dengan teman-temannya yaitu Muhammad Lutfi, Wisnu Wardhana dan R. Harry Zulnardy. Pada tahun 2001 Mahaka Group membeli Republika yang pada saat itu diambang kebangkrutan. Erick Thohir sangat tertarik dengan bisnis media namun ia tidak memiliki cukup pengalaman, kemudian ia mulai belajar dari sang ayah dan mendapat bimbingan dari Jakob Oetama pendiri harian Kompas dan Dahlan Iskan bos dari Jawa Pos.

Erick Thohir menjadi Presiden Direktur PT Mahaka Group sampai dengan tahun 2008. Kemudian ia menjabat sebagai komisioner dari tahun 2010 hingga sekarang. PT Mahaka Group yang ia dirikan bersama dengan teman-temannya dapat membeli Harian Indonesia dan diterbitkan ulang dengan nama Sin Chew-Harian Indonesia dengan konten editorial dan pengelolaan dari Sin Chew Media Corporation Berhad yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Kemudian Sin Chew Media Corporation Berhad dikelola oleh PT Emas Dua Ribu, mitra perusahaan Mahaka Media. Selama perjalanan karirnya Erick Thohir juga menjabat sebagai Ketua Komite Konten dan Industri Aplikasi untuk Kamar Dagang Industri (KADIN).

Pada tahun 2009 Mahaka Group mengalami perkembangan yang sangat pesat di dunia media dan telah menguasai majalah a+, Parents Indonesia, dan Golf Digest. Selain itu dalam bisnis media surat kabar Mahaka Group memiliki Sin Chew Indonesia dan Republika, dan untuk Stasiun TV, Mahaka Group memiliki JakTV, stasiun radio GEN 98.7 FM, Prambors FM, Delta FM, dan FeMale Radio.

Selain bisnis media Erick Thohir juga memiliki bisnis periklanan, jual-beli tiket,  serta desain situs website. Erick Thohir juga merupakan pendiri organisasi amal “Darma Bakti Mahaka Foundation” dan serta menjadi Presiden Direktur VIVA grup dan Beyond Media.

Erick Thohir juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PERBASI pada periode 2006 hingga 2010 dan kemudian menjabat sebagai Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) selama dua kali pada periode 2006-2010 dan 2010-2014. Tahun 2012 Erick Thohir dipercaya sebagai Komandan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade London 2012.

Erick Thohir dan Sepak bola

Selain dikenal sebagai pengusaha, Erick Thohir juga dikenal sebagai olahragawan. Ia sangat mencintai sepak bola. Tahun 2012 bersama Levien, Erick Thohir menjadi pemilik saham mayoritas klub D.C. United, D.C yang merupakan sebuah klub sepak bola profesional asal Amerika Serikat yang berbasis di Washington, DC. Dengan transaksi pengambilan sahan ini, menjadikan ia dikenal sebagai orang pertama Asia yang memiliki tim basket NBA.

Satu tahun kemudian, ia membuat terobosan dengan membeli 70% saham klub sepak bola asal Italia yaitu Inter Milan dari pemilik sebelumnya Massimo Moratti senilai 350 juta euro atau setara Rp 5,3 triliun.

Namun setelah itu, Suning Group sebuah perusahaan dari China kemudian membeli kepemilikan saham mayoritas Inter Milan dari Erick Thohir. Meskipun begitu Erick Thohir masih memiliki saham 30 persen di Inter Milan dan masih tetap menjabat sebagai Presiden klub Inter Milan.

Demikian biografi singkat mengenai pengusaha Erick Thohir pemilik Inter Milan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here