4 Hasil Karya Anak Bangsa Yang Diakui Dunia

0
238

Dakonan.com – Tidak hanya kekayaan alam yang melimpah dan kebudayaan yang tersohor, Indonesia juga memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan patut dibanggakan. Bahkan, tidak sedikit yang sudah diakui oleh dunia internasional. Salah satunya adalah teknologi jaringan 4G yang ada saat ini, tanpa kita sadari ternyata itu merupakan hasil karya anak bangsa.

Teknologi Jaringan 4G

Prof. Dr. Khoirul Anwar pria asal Kediri, Jawa Timur ternyata namanya cukup terkenal di Jepang. Beliau merupakan lulusan Teknik Elektro (Telekomunikasi) di Institut Teknologi Bandung tahun 2000 dan dan melanjutkan studinya di Nara Institute of Sains Teknologi, Jepang.

Di balik teknologi 4G LTE yang kita nikmati saat ini ternyata penemunya adalah Prof. Dr. Khoiul Anwar pria kelahiran Kediri 1978 ini menciptakan sebuat teknologi transmitter yang saat ini lebih dikenal dengan sebutan teknologi 4G. Teknologi broadband ini menjadi standar internasional baik untuk sistem teresterial (di bumi) maupun satelit (di luar angkasa).

Kini temuanya tela mendapatkan penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan.

Kini hasil temuan yang telah dipatenkan itu digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang. Bahkan teknologi ini juga tengah dijajaki oleh raksasa telekomunikasi China, Huawei Technology.

Teknik “Sosrobahu”

Teknik Sosrobahu merupakan teknik konstruksi yang digunakan terutama untuk memutar bahu lengan beton jalan layang. Dengan teknik ini, lengan jalan layang diletakkan sejajar dengan jalan dibawahnya, kemudian diputar 90° sehingga pembangunannya tidak menganggu arus lau lintas dibawahnya.

Ir Tjokorda R. Sukawati penemu metode rancang bangun teknik “Sosrobahu”. Nama Sosrobahu tersebut diberikan oleh Presiden Soeharto ketika meresmikan jembatan yang membentang dari Cawang hingga Tanjung Priok. Sosrobahu sendiri diambil dari nama salah satu tokoh cerita dalam cerita Mahabarata.

Hingga kini hasil karya Ir Tjokorda R. Sukawati telah digunakan dibeberana negara. Diantaranya, adalah jembatan Seatle di Amerika Serikat dan jalan raya metro Filiphina. Temuan ini juga sudah mendapatkan lisensi hak paten dari jepang, Malaysia dan Filipina.

Pondasi Cakar Ayam

Pondasi yang satu ini merupakan sebuah metode pemikiran yang ditemukan oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo pada tahun 1961. Awal mula munculnya gagasan “Pondasi Cakar Ayam” adala ketika beliau diberi tanggung jawab untuk membangun menara listrik bertegangan tinggi di daerah rawa-rawa di wilayah Yogyakarta dengan struktur tanah yang lembek dan tidak stabil. Maka muncullah gagasan untuk mendirikan menara di atas pondasi yang terdiri dari plat beton yang didukung oleh pipa-pipa beton di bawahnya. Pipa dan plat itu melekat secara monolit (bersatu), dan mencengkeram tanah lembek secara meyakinkan.

Sistem pondasi cakar ayam ini telah pula dikenal di banyak negara, bahkan telah mendapat pengakuan paten internasional

Mobil “SELO”

Ricky Elson pria kelahiran Palembang, 11 Juni 1980 adalah seorang teknokrat Indonesia yang ahli dalam teknologi motor penggerak listrik. Setelah lulus S1 ia melanjutkan pendidikan di Jepang bidang keahlian Teknik Mesin di Politechnic University of Japan. Ricky merupakan perancang mobil listrik yang kemudian diberi nama “Selo”.

Ricky menempuh pendidikan tinggi teknologinya di Jepang, kemudian bekerja di sebuah perusahaan di negeri sakura itu. Selama 14 tahun di sana, Ricky telah menemukan belasan teknologi motor penggerak listrik yang sudah dipatenkan di Jepang.

Sayangnya versi beta Selo karya Ricky ini ditolak pemerintah Indonesia karena dianggap tidak lolos uji emisi ramah lingkungan. Ketika pemerintah Indonesia menolak Selo, pemerintah Malaysia justru tertarik dan meminang produk buatan Ricky tersebut supaya bisa dikembangin lebih lanjut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here